16 Januari 2010

kunjungan industri ke PT YAKULT dan POCARI SWEAT

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Susu adalah salah satu produk pangan yang banyak memiliki fungsi yang baik bagi tubuh dan dapat dalam berbagai produk olahan. Susu banyak mendapat perlakuan untuk diolah dikarenakan sifat dari susu yang tidak tahan lama sehingga perlu setidaknya sedikit sentuhan teknologi agar daya simpan dari susu tersebut dapat lebih tahan lama dan tentunya tidak menghilangkan kandungan gizi yang ada didalamnya.
Berbagai macam cara telah dikembangkan untuk mengolah susu agar memiliki daya simpan yang lebih dan menguntungkan bagi yang mengkonsumsinya. Salah satu caranya adalah dengan mengolah susu menjadi produk olahan berupa susu fermentasi. Proses fermentasi pada susu tidak lain bertujuan untuk membuat produk baru dengan cita rasa yang berbeda dengan bahan aslinya, menghilangkan citarasa yang tidak diinginkan, serta memberi nilai tambah.
Banyaknya citarasa dari susu fermentasi adalah diakibatkan karena berubahnya komposisi kimia yang terkandung di dalam susu dan biasanya perubahan komposisi kimia susu terjadi akibat fortifikasi oleh bakteri. Fortifikasi oleh bakteri asam laktat pada susu dapat menghasilkan produk susu fermentasi seperti yakult, yogurt, dan kefir. Produk susu fermentasi tersebut, dibedakan berdasarkan jenis bakteri asam laktatnya.
Bakteri asam laktat akan menghidrolisis laktosa yang ada di dalam susu menjadi berbagai macam senyawa karbohidrat yang lebih sederhana misalnya glukosa dan galaktosa seperti yang terdapat dalam produk yakult. Selain itu masyarakat memerlukan minuman isotonic untuk mengembalikan mineral tubuh yang hilang selama aktivitas mereka. Cairan isotonik ini adalah cairan yang memiliki tekanan osmosis yang sama dengan cairan yang berada dalam sel manusia. Sebenarnya mineral dalam cairan in hanya berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan saja (kalau disebutkan bahwa mineralnya ikut membantu dan masuk ke dalam sel rasanya tidak benar). Cairan isotonik lebih cepat menghilangkan rasa haus karena pengaruh mineral bukan karena tubh lebih mampu menyerap cairan ini ketimbang aquadest. Tidak ada pengaruh yang nyata antara menjaga kesehatan atau vitalitas secara umum dengan meminum cairan isotonik.
Banyak perusahaan makanan yang telah mengembangkan minuman kesehatan isotonic ini antara lain adalah PT. Amerta Otsuka sebagai pelopor perusahaan minuman isotonic pertama. Oleh karena itu praktikan melakukan kunjungan industri pada dua perusahaan minuman kesehatan tersebut karena kedua perusahaan tersebut memiliki prospek yang baik dan sebagai pelopor dari tiap minuman kesehatan tersebut. Di Indonesia, juga sudah banyak melakukannya, termasuk J-Co, Bogasari, Yakult Indonesia dan lain-lain. Perusahaan-perusahaan tersebut menawarkan kesempatan kepada masyarakat untuk mengunjungi pabriknya guna melihat proses fasilitas, proses produksi dan membeli produk. Khusus yang terakhir, ada juga yang tidak menjual produk. Mereka hanya memberikan experience. Yang mereka inginkan adalah bagaimana menciptakan persepsi di benak konsumen baik untuk produk maupun perusahaannya.

B. Tujuan
Kunjungan industri ini dilakukan dengan tujuan agar praktikan dapat mengenal produk olahan makanan secara lebih dekat, dan dapat mengamati cara pembuatan dan pengemasan dari produk secara langsung serta manfaat dari produk tersebut.

C. Metodelogi
Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan mengamati langsung, metoda pustaka serta mengambil literatur dari internet.


PEMBAHASAN
Pada kunjungan industri ini dilakukan kedua pabrik minuman kesehatan, yaitu PT. Yakult Indonesia Persada sebagai konsumen langsung susu fermentasi yakult dan dan PT. Amerta Otsuka sebagai produsen dari minuman isotonic pertama, yaitu pocari sweat. PT Yakult ini sendiri berdiri pada tanggal 2 Februari 1990 dan mulai berproduksi satu tahun kemudian, tepatnya pada bulan Januari 1991 dari pabrik di Jalan Kiwi Pekayon Pasar Rebo Jakarta. Pada tahun 1997 lokasi pabrik di Pasar Rebo yang berkapasitas 720.000 botol per hari dipindahkan ke Desa Pesawahan, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat dan kapasitas produksi ditingkatkan menjadi 1.800.000 botol per hari.
Sedangkan profil dari PT Amerta Otsuka adalah perusahaan yang bergerak dalam minuman isotonic. Pada tahun 1991, Perusahaan Otsuka Pharmaceutical, sebuah perusahaan farmasi di Jepang yang menjadi produsen minuman Pocari memutuskan untuk berinvestasi di Indonesia dengan nilai investasi awal US$ 6 juta. Otsuka Pharmaceutical di Indonesia memiliki enam anak perusahaan dan salah satunya yakni. PT Amerta Indah Otsuka (AIO) sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis minuman kesehatan dengan merek Pocari Sweat.
Yakult (Yakuruto?) adalah minuman probiotik pertama di Indonesia yang hampir mirip dengan yogurt yang dibuat dari fermentasi skim milk dan gula dengan bakteri Lactobacillus casei. Karena bakteri Lactobacillus casei Shirota dapat ditemui dalam sistem pencernaan manusia dan berdampak positif bagi kesehatan. Maka dari itu yakult dipromosikan sebagai minuman yang baik untuk kesehatan karena yakult adalah minuman yang mengandung bakteri yang bermanfaat untuk menekan pertumbuhan bakteri jahat.
Yakult ditemukan oleh seorang doktor bernama Minoru Shirota pada 1930 dan pada tahun 1935, ia mendirikan Yakult Honsha Co., Ltd. (Kabushiki-gaisha Yakuruto Honsha?) untuk memasarkan dan mempromosikan minuman ini. Saat ini, yakult diproduksi dan dijual di Jepang, Asia, Australia, Amerika Latin, dan Eropa, walaupun bakterinya masih diimpor dari Negara Jepang.
Yakult memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Dengan mengkonsumsi Yakult setiap hari berarti sekurang-kurangnya 6,5 milyar bakteri Lactobacillus casei Shirota strain hidup masuk kedalam alat pencernaan. Alat pencernaan,yaitu usus memainkan peran yang penting dalam kesehatan manusia bahkan proses penuaanpun dimulai dari usus. Karena itu dengan menjaga usus tidak lain adalah menjaga kesehatan tubuh.
Manfaat Yakult antara lain adalah terletak pada bakteri Lactobacillus shirota strain yang mampu hidup dalam usus dan dapat memberikan manfaat seperti mencegah gangguan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan jumlah bakteri berguna dalam usus, mengurangi racun dalam usus dan membatasi jumlah bakteri yang merugikan dalam usus. Karena bakteri Lactobacillus bacillus shirota adalah bakteri yang dapat menaklukkan berbagai hambatan fisiologis seperti asam lambung dan cairan empedu dan bertahan hidup dalam usus manusia. Dari dalam usus bakteri ini membantu meningkatkan kesehatan dengan cara mengaktifkan sel-sel kekebalan dan meningkatkan jumlah bakteri berguna serta mengurangi jumlah bakteri yang merugikan.
Proses pembuatan yakult adalah dengan cara memfermentasi campuran susu bubuk skim dan glukosa menggunakan bakteri Lactobacillus casei Shirota strain. Yakult dibuat dari bahan-bahan bakteri Lactobacillus casei Shirota strain hidup, susu bubuk skim, sukrosa dan glukosa, perisa, air, serta yakult ini tidak menggunakan bahan pengawet.
Yakult dapat bertahan sejak pembuatannya sampai dengan tanggal kadaluwarsa tanpa menggunakan pengawet adalah dikarenakan asam laktat yang dihasilkan secara alami selama proses fermentasi dapat memperpanjang umur simpannya, pembuatannya secara hygienis penyimpanannya pada suhu dibawah 10°C.
Yakult merupakan produk susu fermentasi dengan menggunakan starter tunggal yaitu Dornic atau 0,5% asam Lactobacillus casei. Kecepatan pertumbuhan bakteri ini berkisar 50 laktat setelah 48 jam. Lactobacillus casei berbentuk batang tunggal dan termasuk golongan bakteri heterofermentatif, fakultatif, mesofilik, dan berukuran lebih kecil dari pada Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophillus, dan Lactobacillus helveticus. Lactobacillus casei akan merubah ribosa menjadi asam laktat dan asam asetat, perubahan ribosa diinduksi oleh faseketolase (Kurman, 1992).
Pembuatan yakult menurut Kurman (1992) adalah dengan cara mensterilisasi susu terlebih dulu selama 3 sampai 4 detik, kemudian ditanamkan Lactobacillus casei pada suhu 140 C selama empat hari. Nilai gizi yakult yaitu protein (Strain shirota) diinkubasi pada suhu 37 C, 1,2%, lemak 0,1%, mineral 0,3%, karbohidrat 16,5%, air 81,9%, dan nilai kalori tiap 100 gram.
Lactobacilllus casei adalah galur unggul yang mudah dan cocok untuk dikembangbiakkan dalam minuman dasar susu. Selain bakteri ini mampu bertahan dari pengaruh asam lambung, juga mampu bertahan dalam cairan empedu sehingga mampu bertahan hidup hingga usus halus.
Langkah pertama produksi susu ini disebut dengan proses pembibitan dimana bakteri Lactobacillus casei yang khusus didatangkan dari Jepang dicampur dengan glukosa dan susu bubuk skim. Glukosa merupakan media bagi bakteri ini untuk hidup. Pembelahan bakteri ini cukup lama sekitar 1 hari setiap pembelahannya. Proses ini dilakukan selama 1-4 hari didalam inkubator, setelah itu dipindakan kedalam inkubator yang berisi sukrosa & aroma untuk membentuk yakon(Yakult Konsentrat) selama 1 minggu. Kemudian diencerkan dengan air dan dikemas didalam botol plastik yang dibuat dari polistiren.
(Anonim,2009) 

Klasifikasi wadah gelas dibagi menjadi dua yaitu wadah gelas dengan leher sempit yang disebut botol Dan wadah gelas dengan leher lebar yang disebut jar. Pada yakult, digunakan wadah berbentuk botol. Hal ini akan memudahkan konsumen dalam mengkonsumsi yakult. Jika kemasan yakult berbentuk jar, maka hal itu akan menyulitkan konsumen untuk mengkonsumsi yakult langsung dari botolnya. Dalam proses pembuatannya, dilakukan melalui proses blow- molding.
Blow molding adalah proses manufaktur plastik untuk membuat produk-produk berongga (botol) dimana parison yang dihasilkan dari proses ekstrusi dikembangkan dalam cetakan oleh tekanan gas. Pada dasarnya blow molding adalah pengembangan dari proses ekstrusi pipa dengan penambahan mekanisme cetakan dan peniupan dengan proses sebagai berikut :
• Parison diekstrusi dari atas ke bawah diantara rongga cetakan (mold)
• Cetakan menutup sehingga parison terjepit oleh cetakan
• Parison dikembangkan oleh gas bertekanan tinggi sehingga terdorong ke dinding cetakan dan terbentuk sesuai dengan bentuk rongga cetakan
• Produk didinginkan dan dikeluarkan dari cetakan

Botol plastik yang dikemas dalam lima kelompok polietilen membungkus dan kemudian dikemas ke dalam sebuah lempengan untuk distribusi (sebuah lempengan terdiri dari sepuluh lima paket, itu adalah 50 botol). Plastik botol yang terbuat dari plastik yang food grade dan nomor enam pada kode identifikasi plastik. Botol ditutup menggunakan tutup aluminium foil, yang tidak resealable untuk memastikan bahwa produk tersebut dikonsumsi saat membuka. Ini meminimalkan risiko kontaminasi pernah dibuka. Satu pak terdiri dari lima botol dan dari lima botol tersebut akan di pak lagi menjadi 20 botol.
Botol yakult ini terbuat dari plastik, yang ringan, aman, mudah didaur ulang dan mudah dipakai untuk transportasi. Jenis kemasan primer yang digunakan pada produk yaitu PS (Polistirena resin) yang membentuk botol berleher sempit. Jenis plastik ini digunakan untuk kemasan primer karena merupakan kemasan yang aman untuk sekali pakai dan menunjukkan warna alami yang dimiliki produk karena jenis plastic ini memiliki sifat transparansi yang tinggi dan daya serap air yang rendah juga termasuk kedalam kemasan food grade.
Polistirena adalahsebuah polimer dengan monomer stirena,sebuah hidrokarbon cair yang dibuat secara komersial dari minyak bumi. Pada suhu ruangan, polistirena biasanya bersifat termoplastik padat dapat mencair pada suhu yang lebih tinggi. Stirena juga termasuk golongan senyawa aromatik. Karakteristik polistirena yaitu memiliki temperatur operasi maksimal < 90°C, tahan terhadap air, bahan kimia non-organik, alkohol, dan rapuh (perpanjangan 1-3%), tidak cocok untuk aplikasi luar ruangan,serta mudah terbakar. Polistiren (PS) yang digunakan berbeda dengan polistiren busa yang biasa digunakan untuk sterefoam. Polistiren ini bersifat jernih seperti kaca, kaku, buram, terpengaruh lemak dan pelarut, mudah dibentuk, melunak pada suhu 950C. Dan digunakan sebagai wadah makanan beku, sendok, garpu (Suyitno,1998). Maka dari itu, digunakannya polistiren ini sebagai bahan kemasan primer dari botol yakult.
Polistiren yang sering dibicarakan orang yaitu polistiren yang digunakan untuk sterefoam. Polistiren untuk sterefoam tersebut berbahaya karena bahan styrine dapat bermigrasi ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan dan akan menggangu perkembangan system otak dan saraf, (Bierley,1998) akan tetapi PT. Yakult mengklaim plastik botol yakult adalah plastik yang terbuat dari plastik polistirena yang food grade yang aman dan mudah didaur ulang sebagai alat-alat rumah tangga lain. Polistirena pada kemasan yakult ini sangat cocok unuk mengemas bahan yakult yang tidak mengandung alkohol dan lemak selain itu polistirena ini bersifat transparan atau jernih.
Yakult harus selalu disimpan pada suhu dibawah 10°C karena pada kondisi tersebut bakteri Yakult tidak aktif sehingga kualitas Yakult dapat dipertahankan terjaga. Penyimpanan pada suhu diatas 10°C akan mengakibatkan turunnya kualitas karena bakteri Yakult aktif, menghasilkan asam laktat yang menyebabkan Yakult menjadi asam dan jumlah bakteri hidupnya akan menurun.
Untuk pendistribusian yakult. Pertama-tama botol yakult diurutkan dalam kelompok yaitu lima botol dan dibungkus plastik dalam polietilen film. Sepuluh dikalikan lima bungkus dikelompokkan bersama dan dibungkus lagi dalam polietilen film dan kemudian panas menyusut, membentuk sebuah lempeng Yakult 50 botol. Setelah selesai dikelompokan, yakult akan masuk ke dalam refrigerator room. Yakult yang telah berbentuk lembaran ditransfer ke palet, dibungkus dan disimpan pada suhu 2-3 ° C sementara menunggu pengiriman ke toko-toko.
Untuk distribusi digunakan truk berpendingin yang akan mengantarkan yakult ke gudang utama jaringan supermarket (misalnya Safeway / Woolworths dan Coles) untuk dibagikan ke supermarket. Dimana yakult yang dikirim adalah yakult individu yang merupakan independen langsung untuk dikirim ke supermarket, susu bar, pusat kebugaran, toko makanan,minuman kesehatan, motel, rumah sakit dan outlet lain. Sedangkan satu cara pendistribusian yakult menggunakan yakult ladies yang akan mengantarkan yakult dari satu rumah kerumah lain yang difasilitasi dengan kotak pendingin agar menjaga kualitas dari produk yakult.


Pocari Sweat terus berkembang. Hal inilah yang mengundang pesaing untuk terjun menikmati minuman isotonic. Salah satunya ternyata adalah produksi Danone-Aqua yang muncul dengan nama Mizone. Sedangkan lainnya, Vita Zone walaupun mengusung nama produsen Sun Green, namun ternyata adalah produksi salahsatu produsen lokal terkemuka juga. Sedangkan jauh sebelum kemunculan Zporto, sebenarnya telah cukup banyak produsen lain yang juga berusaha untuk merebut dominasi pasar minuman isotonik dari tangan Pocari Sweat. Agaknya hal ini dipicu karena keberhasilan Pocari Sweat yang dari tahun ke tahun dengan tekun berusaha menimbulkan animo positif pasar Indonesia untuk minuman jenis ini. Padahal dulu sebelum Pocari Sweat masuk, Gatorade sudah lebih dahulu patah arang dan kabur meninggalkan pasar Indonesia.
Keunggulan minuman isotonik terletak pada kemampuan dalam menggantikan cairan tubuh secara efektif, sehingga secara tak langsung membantu kepada proses pemulihan tubuh dari kondisi sakit. Namun demikian meskipun banyak pesaing bermunculan. Pocari Sweat saat ini tetap masih menjadi pemimpin pasar. Sebagai pioner, Pocari Sweat telah menjadi rujukan kalangan medis sebagai minuman yang membantu proses penyembuhan.

Bahan kemasan primer yang digunakan kemasan pocari sweat yaitu polietilen tereptalat (PET). PET memiliki sifat yang transparan, jernih, dan kuat. Biasanya dipergunakan sebagai botol minuman (air mineral, jus, soft drink, minuman olah raga) tetapi tidak untuk air hangat atau panas.
Polietilena tereftalat adalah suatu resin polimer plastik termoplast dari kelompok poliester. PET banyak diproduksi dalam industri kimia dan digunakan dalam serat sintetis, botol minuman, wadah makanan, dan aplikasi thermoforming serta dikombinasikan dengan serat kaca dalam resin teknik. (Bachriansyah,1997)



Struktur kimia polietilena tereftalat
PET dapat berwujud padatan amorf (transparan) atau sebagai bahan semi-kristal yang putih dan tidak transparan, tergantung kepada proses dan riwayat termalnya. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih(transparan) atau tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol jenis PET/PETE ini direkomendasikan hanya sekali pakai dikarenakan apabila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat maupun panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang dan bermigrasi pada produk. (Anonim,2008)



KESIMPULAN

Yakult dan Pocari Sweat adalah minuman kesehatan yang berfungsi baik bagi tubuh. Yakult merupakan minuman susu fermentasi pertama dengan kandungan probiotik serta memiliki beberapa manfaat bagi tubuh. Bahan-bahan dasar pembuatan yakult adalah susu skim, bakteri lactobacillus casei shirota, gula dll. Botol yakult dibuat dengan jenis plastik polistiren yang food grade(layak untuk mengemas makanan) karena dipercaya akan meminimalisir migrasi kepada produk. Untuk penyimpanan, yakult haruslah disimpan dalam keadaan dingin karena untuk menjaga fungsi dari bakteri lactobascillus shirota agar berfungsi semaksimal mungkin. Pendistribusian yakult dapat melalui dua tahap, pertama dengan menggunakan mobil box yang terdapat cooler box kepada supermarket-supermarket dan satu lagi dengan adanya yaklut ladies yang mengantarkan produk yakult dari satu rumah ke rumah lain.
Sedangkan untuk pocari sweat adalah minuman isotonic yang berfungsi untuk mengembalikan ion dalam tubuh. Bahan tambahan yang digunakan dalam minuman ini biasanya ditambahkan gula, asam sitrat dll. Pocari sweat ini memiliki tiga bentuk kemasan baik kemasan kaleng, kemasan untuk bubuk pocar sweat dan kemasan botol yang merupakan botol polietilen tereptalat (PET) yang memiliki tingkat migrasi kecil. Kedua minuman kesehatan ini diperuntukan dikonsumsi dalam keadaan dingin untuk memaksimalkan fungsi dari kedua minuman kesehatan ini sendiri.



DAFTAR PUSTAKA

[Anonim]. 2008. “Yakult Minuman Probiotik Pertama.” http://www.pocarisweat.com// [9 Desember 2009].
[Anonim]. 2009 . “POCARI SWEAT”.http://www.yakult.co.id// [9 Desember 2009].
Bachriansyah, S. 1997. “Identifikasi Plastik. Makalah Pelatihan Teknologi pengemasan Industri Makanan dan Minuman”. Departemen Perindustrian dan Perdagangan. [9 Desember 2009]
Bierley, A.W, R. J. Heat and M.J.Scoot. 1998. Plastic Material and Properties Aplications. Cation. Chapmans and Hall Publishing, NewYork.
Suyitno. 1990. Bahan-Bahan Pengemas. PAU. UGM, Yogyakarta.

1 komentar: